Tampilkan postingan dengan label Kabar Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabar Islam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Oktober 2012

Al-Qaradhawi: Rusia Musuh Utama Umat Islam Sekarang




 

, 13 Oktober 2012

Hidayatullah.com--Dr. Yusuf al-Qaradhawi, Ketua Persatuan Ulama Internasional, mengatakan bahwa saat ini, Rusia adalah musuh utama umat Islam. Hal ini merujuk kepada sikap Rusia yang sangat mendukung rezim otoriter Bashar al Assad di Suriah, terutama pasca kasus pesawat sipil Suriah yang membawa amunisi dan senjata buatan Rusia, yang tertangkap oleh Turki.

Pernyataan ini disampaikan al-Qaradhawi dalam khutbah Jum'at (12/10/12) di masjid Umar bin Khattab, Doha, Qatar, yang disiarkan secara langsung oleh televisi Aljazeera.

"Rusia sekarang menjadi musuh umat Islam yang pertama. Rezim Suriah telah membunuh lebih dari 30 ribu orang dengan senjata buatan Rusia," tegas al-Qaradhawi.

Selain Rusia, al-Qaradhawi juga menyebut China dan Iran sebagai sekutu dan juga musuh umat Islam. Al-Qaradhawi memperingatkan Iran dengan tegas agar tidak membunuh saudaranya yang sesama Muslim, selama masih menyebutkan dua kalimat syahadat.

"Orang-orang Iran telah membunuh rakyat Suriah. Namun menurut mereka tidak apa-apa, karena bukan dari madzhab mereka. Beginikan kalian memperlakukan sesama Muslim yang masih menyebut syahadat? Sesama Muslim adalah bersaudara," tegas al-Qardhawi kepada Iran.

Dengan tegas al-Qaradhawi juga memperingatkan rakyat Iran untuk menghormati hak-hak sesama Muslim, hak-hak anak-anak, hak-hak wanita dan hak manusia.

Di samping kasus Rusia dan Suriah tersebut, al-Qaradhawi juga menyinggung keputusan Pengadilan Pidana Kairo yang membebaskan terdakwa pembunuhan dalam Pertempuran Unta. Al-Qaradhawi meminta agar pelaku pembunuhan dalam Revolusi 25 Januari lalu itu untuk diadili dan dihukum.

Al-Qaradhawi juga tidak hentinya memperingatkan kasus terbesar umat Islam, yaitu kasus Palestina dan masjid al-Quds.*

Rep: Ahmad Sadzali
Red: Cholis Akbar

Kamis, 11 Oktober 2012

Inilah Surat FPI Kepada DPRD DKI Jakarta terkait Ahok


http://abisyakir.files.wordpress.com/2012/02/fpi.jpg
Islamedia - Front Pembela Islam (FPI) akhirnya menuliskan surat peringatan yang ditujukkan kepada Ketua DPRD DKI Jakarta berkaitan dengan rencana pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta hasil Pemilukada 2012.

Permasalahan menjadi muncul menurut FPI mengingat ada jabatan-jabatan strategis secara otomatis akan dipegang oleh Ahok yang notabena non muslim.

Berikut isi teks resmi  surat FPI yang telah di pasang di website fpi.or.id pada Selasa, 09 Oktober 2012 | 20:48 WIB.

Walikota Berjilbab Pertama Eropa Ada di Bosnia



 

Rabu, 10 Oktober 2012 

Hidayatullah.com—Kota kecil Visoko dekat ibukota Bosnia, Sarajevo, telah memilih walikota wanita berjilbab, yang tidak hanya pertama di Bosnia tetapi juga yang pertama di Eropa, kata Komisi Pemilihan Umum (CIK), Selasa (9/10/2012), lansir AFP.
Amra Babic, 43 tahun, yang sehari-hari mengenakan kerudung memenangi pemilihan walikota dengan 30 persen suara pada hari Ahad kemarin di kota berpenghuni 40.000 jiwa itu.
Partai Aksi Demokrasi tempat bernaung Babic merupakan partai Muslim terbesar di Bosnia.
Babic adalah seorang pakar ekonomi dan ibu dari tiga orang anak. Dia pernah menjabat sebagai menteri keuangan di Zenica sebelum mengikuti pemilihan walikota Visoko. Suaminya tewas dalam Perang Bosnia-Serbia tahun 1992-1995. Terkait hal itu, Babic selama bertahun-tahun memimpin organisasi keluarga Muslim dari para pejuang dan rakyat yang terbunuh dalam perang.
Di Bosnia, masyarakat Muslim mencakup 40 persen dari total populasi. Orang Serbia di Bosnia penganut Kristen Orthodoks jumlahnya 31 persen dari keseluruhan populasi negara itu. Sedangkan orang Kroasia penganut Katolik Roma jumlahnya 10 persen dari populasi.
Saat masih menjadi negara bagian Yugoslavia dari tahun 1945 sampai awal tahun 1990-an, hijab dilarang dipakai di wilayah negara yang dulu berpaham komunis tersebut. Sekarang banyak wanita Muslim di sana yang mengenakan baju tertutup meskipun kepala mereka tidak berkerudung.*