الحمد لله رب العالمين والصلاة
والسلام علي اشرف المرسلين سيدنا محمد و علي اله و صحبه اجمعين
Ketika Umar bin Khattab bergegas jalannya
sembari menghunus pedang untuk membunuh Rasululloh, di tengah jalan ia bertemu
dengan Nu’aim bin Abdulloh dan ia menanyakan tujuan Umar, “Mau kemana engkau?”.
Umar menjawab, “Saya ingin membunuh Muhammad yang telah mencerai- beraikan
orang Quraisy dan menghina tuhan- tuhan kita!”.
Maka Nu’aim berkata kepadanya, “Engkau tertipu dengan dirimu sendiri, wahai Umar. Bagaimana pandangan Bani Abdul
Manaf terhadap dirimu yang berjalan di muka bumi untuk membunuh Muhammad,
sedang keluargamu mengikuti dia?”, Kagetlah Umar seraya berkata, “Siapa yang
mengikuti Muhammad dari keluargaku?”.Pertanyaan itu dijawab oleh Nu’aim, “Anak
pamanmu, Zaid bin Said, dan saudara perempuanmu beserta istrinya.” Maka,
pergilah ia ke rumah saudaranya (tidak jadi membunuh Rasululloh). Ketika sampai
di pintu rumah saudaranya, Khattab bin Art sedang membacakan shohifah surat Thoha pada Fatimah dan suaminya: